Sejak Sekolah Dasar Mbak Sulis Sudah Berjualan Es Dawet Ireng Khas Banyumas

3 December 2022 admin
Sejak Sekolah Dasar Mbak Sulis Sudah Berjualan Es Dawet Ireng Khas Banyumas
Sejak Sekolah Dasar Mbak Sulis Sudah Berjualan Es Dawet Ireng Khas Banyumas

Banyumas – Dawet ireng adalah minuman khas dari daerah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Minuman itu terasa semakin segar ketika disajikan oleh Sulistiyo (22), gadis cantik warga Dusun Randekan, Desa Karangjati, Kecamatan Sampang, Kabupaten Banyumas.

Setiap hari, anak ke tujuh dari sepuluh bersaudara pasangan Suharjo (60) dan Haryani (58) ini berjualan dawet ireng di pinggir jalan tepatnya di jalan Sampang – Buntu KM 7 tepatnya di samping perlintasan Rel kereta api. Sulistiyo atau yang akrab dipanggil Sulis sendiri berjualan dawet yang merupakan warisan dari orang tua itu sejak kelas 6 Sekolah Dasar (SD) hingga lulus Sekolah Kejuruan Menengah (SMA).

“Jualan sudah dari kelas 6 SD sampai sekarang, sekarang sudah lulus SMA masih jualan juga di sini. Ini (dawet) si dari orang tua ya terus tak terusin ke saya, iya warisan,” kata Sulis saat ditemui berita istana di lapaknya, Selasa ( 3/12/2022).

Es Dawet Ireng Khas Banyumas yang unik dan Lezat Perlu Anda Coba – Perjalanan dari Sragen Jawa Tengah Ke Banyumas kita melewati daerah Banyumas. Di pinggir jalan tampak berjejer warung-warung kecil yang didepannya ada pikulan yang menjual Dawet Ireng. Ya daerah ini memang terkenal dengan minuman khasnya Dawet Ireng yang berbeda dengan dawet biasanya yang berwarna hijau.

Warung Es Dawet Ireng Mbak Sulistiyo

Warung Dawet Ireng yang kita singgahi adalah bernama Warung Dawet mbak Sulis. Kami pun memesan 4 gelas es dawet ireng. Tak berapa lama es dawet ireng pun datang dan kami menikmatinya. Rasanya hampir sama dengan dawet hijaun namun teksturnya saja lebih kenyal dan warnanya hitam. Selain dawet di warung tersebut juga menyediakan minuman kopi panas.

Es Dawet Ireng (es dawet hitam-red) merupakan minuman segar dingin khas Banyumas. Bila kita menjemur jalan raya Jogya-Cilacap banyak pedagang dawet menjajakan dagangannya berjejer di pinggir jalan sawah. Warna hitam atau ireng yang khas dari dawet Banyumas ini bukan berasal dari bahan pewarna makanan, tapi dari abu merang yang dibuat dari butiran padi kering yang dibakar sampai menjadi abu. Selanjutnya abu merang ini dicampur dengan air, hingga menghasilkan warna hitam pekat .

Penggunaan abu merang pada dawet ireng membuat rasa dan aromanya menjadi berbeda dari dawet pada umumnya. Sebagai bahan pewarna , penggunaan air abu merang membuat tekstur dawet menjadi kenyal dan enak. Abu merang juga sering digunakan sebagai bahan campuran aneka jajanan pasar tradisional, karena selain sebagai pewarna alami, juga menjadi bahan pengenyal alami. Es dawet ireng ini rasanya benar-benar enak dan segar, apalagi bila disajikan saat cuaca panas. rasanya nampol di tenggorokan untuk melepas dahaga. Rasanya yang kenyal segar , ditambah cairan sirup manis dan santan, rasa gurihnya semakin terasa nikmat.

Ireng diambil dari bahasa Jawa yang berarti hitam, menggambarkan hasil akhir warna dawet yang bakal berwarna hitam pekat karena tercampur dengan air abu merang. Merang dipilih karena tumbuhan ini bakal menambahkan rasa yang lezat serta kekenyalan alami di dalam dawet.

Merang merupakan sejenis padi- padian yang banyak berkembang di dataran Jawa. Padi ataupun merang ini bakal dikeluarkan dulu bulirnya, kemudian dibakar jadi serpihan-serpihan kecil. Abu merang ini setelah itu dicampur air yang kemudian dapat dijadikan pewarna makanan. Tidak hanya warnanya jadi gelap, merang juga memiliki tekstur pada dawet yang kenyal alami serta lezat.

Tepung beras yang telah diadoni kemudian dicampur dengan air abu, lalu dimasak serta dicetak dalam cetakan khusus yang akan membentuk cendol menjadi serpihan-serpihan kecil berwarna hitam. Adonan dawet ireng itu kemudian ditampung di dalam air es, supaya serpihan dawet tidak saling melekat.

Air dingin pun dibuang, dawet yang alami nan segar ini dapat langsung dinikmati dengan kuah santan bercampur air gula merah. Tambah mantap dengan taburan gula merah cair serta es batu. Ada pula yang menambahkan potongan kecil ataupun es serut.

Tidak hanya rasanya yang kenyal lezat, pemakaian merang di dalam dawet ini nyatanya memiliki manfaat sendiri buat kesehatan. Merang dapat meredakan panas dalam hingga melancarkan pencernaan.

Setelah menikmati dawet ireng dan mendoan sambil sempat mengobrol sebentar dengan penjual dawet kami pun pamit melanjutkan perjalanan. Saat kami menanyakan biaya semua dawet masing-masing 4 gelas ternyata hanya 20.000, murah banget ya hehe.(tim berita istana)

Lokasi tempat jualan mbak Sulis

https://maps.app.goo.gl/unB6pNJs6k2pouwA8

Posted in ,
085257515757