Sepak Terjang ‘Bapak Air’ Maruli Simanjuntak

18 November 2023 admin

 

Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak menyerahkan lahan kepada warga di NTT. Letjen Maruli juga ikut menanam jagung dan sorgum di sana. (dok Pen Kostrad)
Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak menyerahkan lahan kepada warga di NTT. Letjen Maruli juga ikut menanam jagung dan sorgum di sana. (dok Pen Kostrad)

Jakarta – Jika berbicara mengenai Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat) tentunya saat ini tidak terlepas dari tangan dingin Maruli Simanjuntak.

Siapa sebenarnya Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.? Beliau adalah seorang perwira tinggi TNI AD yang menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat sejak tanggal 31 Januari 2022.

Maruli merupakan Abituren Akademi Militer (Akmil) 1992 yang sejak awal karienya dipercaya untuk memegang jabatan strategis di Korps Baret Merah, di antaranya Komandan Batalyon (Danyon) 21 Grup 2 Kopassus, lalu Komandan Sekolah Komando Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdik Passus).

Tak sekadar itu. Lalu, Maruli dipercaya sebagai Wakil Komandan Grup 1 Kopassus. Sosoknya kemudian dipercaya mengisi posisi sebagai Komandan Grup 2 Kopassus sampai tahun 2014. Di tahun itu pula, Maruli Simanjuntak dipercaya untuk menjadi Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sampai tahun 2016.

Ia lalu mengemban jabatan sebagai Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama pada 2016. Saat menjabat Danrem 074, Maruli meraih Penghargaan sebagai Danrem terbaik dalam bidang Upaya Khusus (Upsus) Ketahanan Pangan Tingkat Nasional tahun 2016.

Dalam kesederhanaan dan sikap kesehariannya yang sangat bersahaja secara tegas beliau menyampaikan bahwa tidak ada yang istimewa, artinya beliau hanya menjalankan apa yang menjadi doktrin kerja seorang prajurit yang telah ia hayati dan mendarah daging selama bertugas.

Doktrin tersebut adalah ‘rencanakan, siapkan, laksanakan, evaluasi’. Dari evaluasi dilakukan, kerja berikutnya juga dengan tahapan ‘rencanakan, siapkan, laksanakan, evaluasi’. Begitu seterusnya.

Perhatian pada dunia pertanian, sebetulnya sudah dilakukannya ketika masih bertugas di kesatuannya. Saat itu Maruli mulai memikirkan bahwa ada yang kurang dalam hal intensifikasi budi daya pertanian. Selain itu dia juga melihat banyak lahan-lahan tidak ditanami karena berbagai faktor.

Sebagai contoh, kondisi geografis di Wonogiri misalnya, adalah kontur tanah yang bergunung-gunung dan kering. Lokasi lahan pertanian warga sebagian besar berada di ketinggian yang tak ada sumber air. Padahal sebenarnya tersedia sumber air melimpah dari anak-anak sungai di kawasan lembah. Karena itu, sebagian besar pertanian di Wonogiri bersifat tadah hujan.

Kondisi tersebut mendapat perhatian khusus, jajaran Korem diperintahkan kerja bahu-membahu dengan warga setempat untuk membangun dam atau bendungan kecil, selain juga membuat embung-embung untuk cadangan air di waktu kemarau.

Selanjutnya air dari bendungan itu dinaikkan dengan pompa hidrolik untuk mengairi lahan pertanian warga di kawasan bukit. Selanjutnya pemanfaatan dan perawatannya diserahkan kepada warga pengguna dan tentunya selalu didampingi Babinsa. Hingga saat itu Korem 074/Warastratama bersama warga telah berhasil membangun 17 buah bendung, 6 buah tanggul, dan 3 buah embung. Kesemuanya tersebar di sejumlah desa di Wonogiri, Klaten, dan Sukoharjo.

desa di Wonogiri, Klaten, dan Sukoharjo.

Berlanjut ke 2017 hingga 2018, Maruli ditunjuk untuk menduduki jabatan sebagai Wakil Komandan Paspampres. Kemudian, satu tahun berikutnya, sosoknya menjabat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro.

Kemudian ia mendapatkan promosi menjabat sebagai Komandan Paspampres dan berlanjut memegang tongkat komando sebagai Pangdam IX/Udayana.

Kiprah Maruli Simanjuntak saat ini dikenal dengan sebutan ‘Bapak Air’. Tak main-main, saat menjabat Pangdam IX/Udayana beliau kembali memainkan tangan dinginnya untuk membantu masyarakat membangun ratusan titik sumur di wilayah yang sulit air bersih.

Tak hanya satu atau dua sumur yang ia bikin. Tak kurang 150 titik sumur sudah ia bangun di teritori binaannya, yang terkenal sulit mendapatkan air bersih. Setidaknya ada 200 ribu penduduk yang sudah merasakan program Bapak Air hingga tahun 2021.

Salah satu program kerja paling populer selama satu tahun dua bulan yang dilakukan Maruli adalah pembangunan pompa hidram di beberapa daerah, khususnya di NTT yang kekurangan sumber air. Program yang spektakuler itu meninggalkan kesan di mata masyarakat NTT, bahkan di sana disebut dengan ‘Jenderal Air’.

Bahkan ada kelakar di tengah masyarakat, khususnya di wilayah NTT, bahwa sapi dan kuda saling melirik jika melihat Maruli lewat. Sapi dan kuda pun tahu, jika Maruli datang, itu artinya air sudah dekat.

Awal 2023 silam, TNI AD gencar menghadirkan air bersih di wilayah Indonesia yang mengalami kesulitan air bersih. Program ini pertama kali dicetuskan oleh Maruli, Menurut pengamatannya, salah satu penyebab kemiskinan dan stunting di Indonesia juga dipicu karena kurangnya air bersih.

Sekarang Angkatan Darat mungkin sudah buat 900 titik (air bersih) lebih di Indonesia, termasuk di Intan Jaya, sampai pelosok pulau Nias dan lain-lain. Saat ini warga di beberapa daerah yang sudah dibangun titik air bersih tidak perlu menadah air hujan untuk mendapat air bersih. Dengan adanya akses air bersih yang sudah dibangun warga mendapat banyak manfaat.

Menurut data terakhir pada tanggal 21 Oktober 2023, Kostrad di bawah kepemimpinan Maruli, sudah membangun sebanyak 793 titik air. Ada kurang lebih 200 ribu lebih kepala keluarga atau 550 ribu jiwa dari Aceh sampai Merauke yang terbantu.

Soedirman Awards tahun 2023 pekan lalu yang diinisiasi oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., menunjukkan apresiasi kepada prajurit TNI yang memiliki dedikasi luar biasa bagi masyarakat.

Selain itu, Soedirman Awards ini menunjukkan pula semangat kemanunggalan antara TNI dengan rakyat. Salah satu yang mendapatkan sorotan adalah program KOSTRAD Peduli Air Untuk Rakyat yang merupakan inisiasi Pangkostrad, Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Kembali lagi program KOSTRAD Peduli Air Untuk Rakyat ini memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di daerah terpencil dan perbatasan yang masih kesulitan mendapatkan akses air bersih. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kesehatan masyarakat melalui tersedianya air bersih.

Kepedulian Maruli membangkitkan Inisiatif dari Sertu Fadli Canu yang menjabat sebagai Bamonranum-2 Ton 1 Detasemen Peralatan (Denpal) 2 Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad sebagai peraih Soedirman Awards adalah salah satunya Sertu Fadli Canu membuat tandon air dan mengalirkan air bersih di Pulau Enam, Tojo Una-una, Sulawesi Tengah (Sulteng). Upaya Sertu Fadli Canu ini membantu 1.752 penduduk yang menghuni Pulau Enam yang sebelum nya harus menyeberang pulau untuk mengambil air bersih.(*)

085257515757